Sering kali kita mendengar ungkapan "hidup itu mengalir seperti air". Ungkapan seperti ini diucapkan pada saat kita merasa down atau dalam kondisi buruk. Tapi, sadarkah bahwa ungkapan tersebut bukan membawa kita menjadi lebih baik?
Alkisah hiduplah sepasang beruang yang tinggal di hutan yang begitu indah. Hidup mereka sangatlah bahagia, namun terdapat perbedaan sifat antara mereka berdua. Boni -beruang dengan ukuran lebih kecil- mempunyai karakter yang ingin selalu menjadi lebih baik, semboyan hidupnya adalah "hari ini haruslah lebih baik dari hari kemarin", sedangkan Rodi -beruang dengan ukuran lebih besar- mempunyai karakter yang santai, pembawaanya seakan-akan tidak akan terjadi hal buruk di dalam hidup, semboyan hidupnya adalah "hidup itu mengalir seperti air". Hingga suatu hari ketika mereka bermain di sungai, mereka berdua melihat dua buah kapal kecil di sungai namun tidak terdapat dayung disana. "Boni, ayo kita bermain kapal di sungai, kebetulan ada 2 kapal, ayo kita balapan!" ucap Rodi. "Baik Rodi, saya tidak takut, tapi alangkah baiknya kalau kita membuat dayung terlebih dahulu sebelum bertanding" ujar Boni dengan lembutnya. "Dayung? Buat apa Boni? Tidakkah kamu lihat bahwa arus sungai ini mengalir dengan derasnya sehingga tidak perlu tenaga tambahan lagi. Aku pasti akan sampai keujung hanya dengan berdiam diri. Hahaha." bela Rodi. "Baiklah kalo itu maumu, tunggu sebentar ya aku akan membuat dayung dahulu." kata Boni.
Pertandingan pun dimulai, Rodi memimpin didepan, memang benar arus sungai itu membawa Rodi dengan sangat cepat, namun setelah jauh memimpin, terdapat dua jalur di depan, jalur kanan -menuju garis kemenangan- dan jalur kiri -menuju air terjun-. Arus yang deras ini ternyata mengarah kepada jalur kanan. "Boni! Tolong aku, aku tidak dapat mengendalikan kapal ini!" teriak Rodi. "Gunakan tanganmu untuk mendayung Rodi!" balas Boni. "Tidak bisa Boni, arus ini sudah pasti membawaku ke jalur kanan! Tolong!" seru Rodi lagi. Boni juga menghadapi jalur yang sama, namun karena dia sudah mempersiapkan dayung, ia berhasil mengalahkan arus tersebut dan menggunakan jalur kiri. Hilanglah sudah suara Rodi, karena sudah terpisah cukup jauh. Sesampainya di desa, Boni dengan berat hati menyampaikan masalah ini kepada ayah Rodi. Dengan bergegas ayah Rodi segera mencari Rodi. Namun hingga saat ini Rodi belum ditemukan.
Cerita singkat tersebut mungkin dapat dijadikan renungan dalam memilih prinsip hidup. Ketika kalian mempunyai prinsip hidup "hidup mengalir seperti air". BAGUS. Bisa jadi kalian akan dibawa ke tempat yang kalian inginkan, bisa juga kalian dibawa ke tempat yang tidak kalian inginkan -sering kali ke tempat yang tidak diinginkan-. Hidup itu keras. Tapi percayalah kalian lebih keras dari masalah jika tahu caranya. Hidup itu susah. Tapi percayalah apa yang kalian hadapi itu hanya sementara atau temporary. Hidup itu berat. Untuk itulah kalian dibekali bahu yang kuat untuk menopang setiap masalah. Tapi percayalah, hidup akan lebih berat apabila kalian tidak mempunyai tujuan hidup. Lebih baik kita yang mendikte hidup daripada hidup yang mendikte kita. See you at top!
Sony Sugiharta Iskandar

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus"hidup mengalir seperti air" bisa berarti positif, tergantung dari masing-masing individu mengartikan makna tersebut. "hidup mengalir seperti air" bermakna positif jika mengartikan nya menjadi 2 hal:
BalasHapusYang ke-1 'Memiliki kekuatan yg tinggi'
Artinya dalam hidup kita, harus memliki kekuatan yang tinggi dalam apapun seperti air yang mengalir yg digunakan untuk pembangkit listrik.
Yang ke-2 'Fleksibel dan mudah beradaptasi'
Artinya dalam hidup kita harus dgn mudah beradaptasi dgn lingkungan sekitar sama seperti air yg selalu bisa beradaptasi dimanapun ia di tempatkan